Kondisi kerja yang sesuai untuk flowmeter vortex ditentukan oleh prinsip pengukuran dan karakteristik kinerjanya. Skenario penerapan utamanya meliputi pengukuran laju aliran sedang hingga tinggi, media bersih/rendah pengotor, media multi-fase (gas/cair/uap), dan diameter pipa sedang hingga besar. Kondisi kerja spesifik yang berlaku adalah sebagai berikut:
I. Adaptasi Tipe Sedang
1. Kondisi Kerja Cairan
- Cocok untuk cairan satu fasa yang bersih dan memiliki viskositas rendah, seperti air keran, air sirkulasi industri, bensin, solar, metanol, etanol, dan etilen glikol.
- Membutuhkan bilangan Reynolds medium sebesar Re > 2000 (laju aliran sedang hingga tinggi). Medium dengan viskositas tinggi (misalnya, oli berat, oli pelumas) harus dihindari, karena akan menyebabkan pembentukan pusaran yang tidak stabil dan penurunan akurasi yang signifikan.
2. Kondisi Kerja Gas
- Cocok untuk gas kering dan bersih seperti gas alam, udara bertekanan, nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan gas tanur tinggi (kotoran perlu disaring).
- Dapat memenuhi persyaratan pengukuran gas suhu normal dan suhu menengah hingga tinggi (misalnya, pemantauan gas buang). Perhatian harus diberikan pada tekanan gas yang stabil untuk menghindari fluktuasi parah yang memengaruhi hasil pengukuran.
3. Kondisi Kerja Uap
- Ini adalah skenario yang menguntungkan untuk flowmeter pusaran, terutama cocok untuk pengukuran uap jenuh dan uap superpanas, seperti uap boiler di pembangkit listrik, uap proses di pabrik kimia, dan uap dalam sistem pemanas.
- Mampu menahan suhu dan tekanan tinggi (biasanya suhu ≤ 400℃, tekanan ≤ 16MPa) dengan kehilangan tekanan rendah, yang mengurangi konsumsi energi pipa.
II. Kondisi Kerja Pipa dan Instalasi
1. Persyaratan Diameter Pipa
- Cocok untuk diameter pipa sedang hingga besar dengan DN ≥ 25mm (umumnya DN25~DN3000). Akurasi pengukuran untuk diameter pipa kecil (DN < 25mm) rendah dan tidak disarankan.
- Mendukung pemasangan horizontal, vertikal, atau miring, tetapi perlu dipastikan aliran penuh pipa untuk cairan atau aliran seragam untuk gas/uap untuk menghindari pipa kosong atau aliran dua fase gas-cair.
2. Persyaratan Bagian Pipa Lurus
- Harus memenuhi persyaratan panjang bagian pipa lurus sebelum dan sesudah meteran: biasanya, bagian hulu ≥ 10 kali diameter pipa dan bagian hilir ≥ 5 kali diameter pipa (jika tidak ada komponen yang menghalangi). Jika terdapat katup atau siku, panjang bagian pipa lurus harus ditambah (misalnya, bagian hulu ≥ 20 kali diameter pipa) untuk memastikan aliran fluida yang stabil.
III. Kondisi Lingkungan dan Proses Kerja
1. Suhu dan Tekanan
- Kisaran suhu: -40℃~400℃ (model konvensional); beberapa model suhu tinggi dapat menahan suhu yang lebih tinggi (misalnya, 550℃).
- Rentang tekanan: 0~16MPa (model konvensional); model tekanan tinggi dapat memenuhi kondisi kerja dengan tekanan ≤ 40MPa (misalnya, fluida bertekanan tinggi di ladang minyak).
2. Persyaratan Lingkungan
- Cocok untuk lingkungan industri konvensional seperti bengkel petrokimia, pembangkit listrik, dan metalurgi. Jika lingkungan memiliki getaran yang kuat (misalnya, di dekat pompa), perangkat peredam getaran harus dipasang; jika tidak, getaran akan mengganggu deteksi pusaran dan menyebabkan pergeseran data.
- Dapat digunakan dalam skenario tahan ledakan (diperlukan sensor tahan ledakan), seperti area yang mudah terbakar dan meledak di ladang minyak dan pabrik kimia.
IV. Adaptasi terhadap Persyaratan Pengendalian Proses
1. Rentang Aliran
- Memiliki rasio penurunan yang lebar (1:10~1:30), cocok untuk kondisi kerja dengan fluktuasi aliran yang besar, seperti pengukuran umpan dalam reaktor kimia dan pengukuran aliran uap selama perubahan beban di pembangkit listrik.
2. Keluaran Sinyal dan Integrasi
- Mendukung keluaran sinyal seperti 4-20mA, pulsa, HART, dan RS485, dan dapat langsung dihubungkan ke sistem PLC dan DCS untuk memenuhi kebutuhan pemantauan jarak jauh dan kontrol otomatis, seperti kontrol aliran loop tertutup di jalur produksi industri.
V. Kondisi Kerja yang Harus Dihindari
- Media dengan viskositas tinggi (viskositas kinematik > 10 mm²/s), kandungan padatan tinggi (kandungan partikel padat > 1%), mudah mengkristal, atau mudah membentuk kerak.
- Skenario laju aliran rendah (bilangan Reynolds Re < 2000) dan diameter pipa kecil (DN < 25mm).
- Aliran dua fasa gas-cair atau aliran dua fasa cair-padat (misalnya, cairan dengan gelembung, air limbah yang mengandung banyak kotoran).
- Lingkungan dengan getaran kuat atau interferensi elektromagnetik yang kuat (tanpa tindakan perlindungan).
Waktu posting: 25 Desember 2025